Semua tentang keinginan yang terpendam... Pada oase kehidupan anak-anak Adam berjalan, menyusuri lekuk-lekuk keindahan, menapaki kerikil cadas kehidupan... Mungkin, hidup menawarkan banyak pilihan, yang kadang tidak indah awalnya, namun pada ujungnya hadir kesadaran bahwa ini ada untuk kekhidmatan yang indah...
Minggu, 24 Agustus 2014
Bapak, doaku semoga engkau khusnul khotimah...aamiin
Bapak...
Terkadang hanya kemarahan dan galau yang dalam ketika melihat dan mendengarmu bicara.
Aku berupaya menjadi anak perempuan yang menyayangi orangtua selayaknya ajaran Islam.
Berusaha menanamkan nilai penghargaan pada anak-anak agar patuh dan menghormati Opa/Kakeknya dengan baik.
Berusaha melupakan masa lalu ketika masih sekolah SD,SMP, SMA bahkan Perguruan Tinggi yang kerap sulit secara finansial akibat Mama tidak punya cukup biaya untuk sekolah, alhamdullilah tante-tante dan om saudara2 mama bisa membiayai kami empat bersaudara, meskipun engkau pergi dan lalai mendanai sekolah kami.
Bapak...
Seringkali engkau pulang dan pergi ke Sulawesi tempat kami anak-anak dan mama dari Sumatera kampung halamanmu tercinta, tetapi hanya sesaat belum cukup engkau menemani kami, engkau kembali ke kampung halaman mu, katamu kerja...yang sampai saat ini pun aku tak tahu berapa hasil keringatmu itu dan apakah kami berhak dibiayai sebagai anak-anak kandungmu...entahlah!
Bapak...
Kadang aku terdiam dan berdoa untuk kebaikanmu...hingga setiap raga yang berjiwa kembali ke Haribaan ALLAH SWT semoga engkau kembali dengan baik (khusnul khotimah) tetapi pada beberapa jeda berikut hatiku yang kalut mulai memaki dan mencemooh semua tingkah lakumu yang sering terlalu kelewatan.
Bapak...
Sekarang usia semakin menggerogotimu tetapi entahlah engkau semakin kacau dan semakin tidak jelas makin rentan untuk berbuat absurd dan cenderung mempermalukanku...walau masih ada "asa" engkau masih bisa berubah, namun batin sudah tidak sanggup melihatmu dan tinggal untuk merawatmu bersama mama yang juga semakin tua dan lemah.
Bapak...
Mungkin ALLAH SWT akan memberimu hidayah dan rahmatNYA hingga kelak engkau akan berjumpa dengan keluarga yang engkau benar-benar cintai...kalau untuk sekarang...aku tak tahu dan tak mengerti bagaimana keadaan yang engkau selalu buat kacau dan absurd ini bisa selesai dan engkau bisa kuhormati dan hargai sebagai sebab dari kehadiranku di bumi ALLAH SWT.
Bapak...
Semoga ALLAH SWT segera memberimu hidayah dan rahmat NYA
Agar hidup kami damai bersama mama yang makin tua dan lemah...aamiin
Makassar, 24 Agustus 2014
Saat pikir dan rasa tak menentu karenamu...bapakku!!
Selasa, 15 April 2014
“Cerita Saya Tentang Kebanggaan Menjadi Anak Indonesia…itu…!!!”
“Cerita Saya Tentang Kebanggaan Menjadi Anak Indonesia…itu…!!!”
Oleh : Lisa Mery T
Jalan hidup yang dipenuhi dengan ide, harapan dan perjuangan adalah bekal anak-anak Indonesia, karena termotivasi untuk sedikit memompa optimisme kepada adik-adik SD yang merupakan target “Kelas Inspirasi” di tahun 2014 saya ikut Kelas Inspirasi Sulawesi Selatan, motivasi yang besar ini bagai percik kecil saja tetapi saya rasa penting.
Berawal dari ajakan seorang sahabat untuk ikut jadi “Relawan Pengajar” untuk membagi ilmu dan motivasi selama sehari di SD…wuaaah…sejak saat itu dalam pikiran terus ada kalimat..” harus ikut…harus ikut…ini kegiatan baik…pasti ikut…”.
Padahal…niat besar tersebut baru diantisipasi di beberapa hari terakhir…hihihi…menunggu, akhirnya berhasil terpilih untuk Kelas Inspirasi #2 Kota Makassar untuk mengajar pada Rabu, 5 Maret 2014 ini…alhamdullilah Ya Allah…saya diberi kesempatan masuk TIM 13 KI yang berisi para professional muda yang wuah…sangat ramah, cerdas, ceria dan kompak…sangat bersyukur kami baru dipertemukan di Briefing Time pada hari Sabtu, 2 Maret 2014. Tim 13 terdiri dari Kak Wresni Wira, Kak Asrul Supeno, Kak Andi Faradilla Mulkyawan, Kak Irwan Anwar Said, Kak Firzan Nainu, Kak S. Gegge Mappangewa, Kak Ainun Jariyah Yusuf, Kak Arfa, dengan pendamping yang T.O.P B.G.T Kak Debby Dibya dan Kak Hesti yang keren, semakin mantap saja keyakinan ini, cieee…
Sehari sebelumnya dari kampus berbekal rintik hujan nan syahdu saya meluncur dengan si Biru (motor) menuju SDN Mamajang 1 yang terletak di Jalan Singa No.55 untuk survey…jujur agak deg-degan juga (pengalaman selama ini mengajar mahasiswa yang terbiasa diarahkan berpikir abstrak/teoritis menuju praktis) lha..ini bakal menghadapi anak-anak yang kata kunci dalam “Modul Pelaksanaan Pengajaran Kelas Inspirasi Sulawesi Selatan” harus diberikan bahasa-bahasa konkrit…itu…!!!
Tidak apa-apa ya…we are professional…so there is the way…lah…pasti ada jalan ada petunjuk…keyakinan ini yang saya bawa-bawa di hari survey…tentu melihat lingkungan sekolah pada saat survey hari itu menghadirkan keyakinan bahwa pasti besok kegiatannya “seruuu…”
Hari “H” dimulai saat saya memasuki gerbang sekolah SDN Mamajang 1 …siswa-siswi yang imut dan ceria sudah banyak, mereka berjalan dan berlari sebelum akhirnya berkumpul di lapangan tengah sekolah saat bel/lonceng berdentang mengingatkan untuk “Apel Pagi”.
Kami Pengajar dari Tim 13 KI juga sudah siap…sebenarnya Pembukaan yang kami siapkan berbarengan dengan “senam pagi istimewa” para pengajar akan menirukan polah satwa ketika bergerak (ada bebek, monyet dan lain-lain…lupa..) dan….hujan membuat pembukaan singkat itu berlanjut langsung ke area masing-masing kelas…tanpa jeda…
Saya kebagian kelas IV (jam 07.30-08.00 wita), kelas VI (jam 08.05-08.35 wita), kelas III (jam 09.15-09.45 wita), istirahat 15 menit lanjut kelas V (jam 10.00-10.30 wita) dan kelas penutup kelas I (jam 11.20-11.55 wita)…fiuuuh…hup…!!!
Dalam masa-masa peralihan waktu mengajar yang masing-masing berdurasi 30-35 menit tersebut…saya sangat bersemangat…levelnya naik menyesuaikan dengan antusiasme yang. Kelas pertama diantara “Bang Time dan Outline” anak-anak SD kelas IV itu ada yang terlambat, datang satu persatu..muncul di depan pintu, dengan suara sayup-sayup memberi salam…berkomat-kamit lalu menuju ke tempatnya duduk…agak mengganggu karena setiap ada yang terlambat maka dipastikan mata teman-temannya menoleh kea rah pintu dan mengalihkan perhatian dari “apa yang seharusnya tersampaikan pada sesi Bang!!”.
Tidak apa-apa, mereka hanya siswa-siswi kecil yang patuh…itu yang terlintas…saya cukup senang, antara guru wali kelas dan siswa-siswi sehari di SDN Mamajang 1 itu semua menerima kami dengan antusias…mereka ceria, mereka bahkan memanggil kami lagi dengan nama yang sempat kami perkenalkan saat berdiri (baru sehari loh…bangga..).
Ada peristiwa yang cukup berkesan di kelas I ada anak perempuan yang duduk paling belakang berpostur besar memakai kacamata, sejak saya masuk pemandangan dalam kelas adalah anak-anak laki-laki dan sebagian anak-anak perempuan meminta permen padanya, tak dihiraukannya saya, yang tidak diketahuinya siapa tentu saja…saat saya mencoba untuk terus focus melalui tahapan-tahapan memotivasi dan memperkenalkan profesi saya yang setidaknya bisa memberikan bayangan apa itu “dosen” dan dunia kampus secara real/konkrit anak perempuan itu minta izin…”ibu…saya izin ke toilet ya…(belum diizinkan lha itu anak sudah hilang…) dan kurang lebih 5 menit dia datang lagi dengan…taraaaa…ha??? Bawa bakso satu tusuk…heeeem…gggrrrrhh…(ucap dalam hati…sabar buuuw…) Saya bertanya,”katanya tadi ke toilet buang air kecil,kook..???
“Iya bu…saya tadi sudah buang air setelah itu kan jadi haus, saya beli minuman bu eh langsung terasa lapar…ya saya beli saja bakso ini…(sambil jalan menuju bangkunya di area paling belakang). Saya, “yah…sudah anak-anak jadi….” Hampir pingsan saking kesal.
Mendamaikan anak-anak kelas I tentu hal yang butuh ekstra kesabaran…suara saya yang mulai serak-serak karena agak berteriak untuk mendamaikan kelas agar materi tersampaikan tak juga mendapat 100% perhatian, apalagi si anak perempuan itu adaaa…saja cara untuk membuat kelas riuh rendah…heheh…usap-usap dada…tandanya anak-anak itu sehat, masih semangat dan masih dengan kebiasaan natural mereka yaitu suka bermain. Itu penting!!
Apa yang kemudian menjadi inspirasi bagi saya dari Kelas Inspirasi tersebut…banyak. Saya belajar untuk lebih bersabar, lebih menjiwai bahwa anak-anak adalah makhluk lucu yang lugu, anak-anak adalah pribadi muda yang masih bisa dibentuk (menjadi anak-anak periang dan tekun bahkan disiplin) karena mereka belum terkontaminasi “kepentingan golongan”.
Dari kelas-kelas peralihan yang singkat ada beberapa catatan penting, bahwa dunia pendidikan kita masih harus dibenahi, guru-guru utamanya wali kelas adalah seorang yang punya banyak kewenangan untuk mengasah budi pekerti anak-anak di tingkat sekolah dasar tersebut. Guru tidak boleh lalai, guru harus bertingkah laku baik, mencontohkan perilaku yang wajar…tidak bisa memasukkan anak-anaknya sendiri untuk menginterupsi kelas di sela-sela jam mengajar, karena mengganggu aktivitas anak-anak lain (siswa/i) yang sebenarnya masih mau belajar dengan tekun.
Yang dibutuhkan adalah sifat penyayang dan kompetensi yang cukup, guru-guru adalah kalangan terdidik yang juga sebaiknya mampu menghadirkan contoh perilaku berbudi pekerti, budaya literasi atau membaca di kalangan siswa/i, budaya kreatif yang memandu anak-anak kecil itu untuk berpikir mereka ada dan bisa menciptakan berbagai peristiwa unik dan masih boleh bermain sesuai umur, dengan proses alamiah. Contoh dan teladan.
Pendidikan di Indonesia akan lebih bila semua sekolah dasar berorientasi pada pembentukan karakter bukan membunuh karakter.
Dengan melabeli siswa/i dengan kriteria “anak pintar, anak baik, anak hebat.” Saya kira anak-anak akan bisa beradaptasi dengan ilmu pengetahuan, agama dan budaya secara baik dan pastinya mudah.
Cerita saya tentang kebanggaan menjadi anak Indonesia pun bukan dongeng lagi…tetapi konkrit dan tercermin pada perilaku manusia dewasa yang dulunya anak-anak itu. Salam.
Sabtu, 03 Agustus 2013
kesal....
Pernah dalam hidupmu merasa terbatas dan terlalu dibatasi?
Begitulah....kadang terikat pada hubungan keluarga membuat seseorang harus begini begutu.
Sesuai maunya dan pahaman pasangan.
Rasanya lelah dan muak. Apa yang engkau kira benar tetapi harus menjadi pertimbangannya jugak.
Dan anehnya ini bisa buat selera larii... Hilang....saking kecewa/illfeel.
Edisi sebelum bobo ini ditambahkan utk meringan kecamuk kesalku....
Minggu, 26 Mei 2013
cita-cita buka warung...mak nyuusss!!
salam...
saya itu maunya punya usaha yang bisa serius saya kelola...
melihat minat terbesar sepertinya paling bener itu bisnis kuliner,
kebetulan ada teman yang punya tools and place so saya bisa tinggal manfaatkan.
konsepnya sendiri itu tentang buat menu yang setiap hari sebaiknya variatif.
sama aja ada banyak bahan di kulkas tinggal dicariin aja hari ini menu paling pasnya apa..
nyari teman yang bisa bantu2 juga penting...
akh...pengen sekali...trus nyari ide yang bisa ditawarkan di warung gaul itu apa yah...segmennya buat anak muda khususnya mahasiswa....bisa keurus ngga yah...
anak-anak masih kecil sih...
memasak di negeriku Indonesia adalah pekerjaan sehari-hari atau bagian dari kewajiban ibu rumah tangga.
memang ada juga yang memilih memakai jasa katering harian, ini pilihan yang baik dan efisien juga. apalagi bila si penyedia jasa katering bisa membuat menu yang variatif.
sayangnya selain harga yg kompetitif banyak sekali katering yang menyajikan menu asal-asalan...terlalu tinggi karbohidrat, terlalu banyak msg atau menunya hanya itu2 saja alias berputar dalam seminggu. misalnya :kan menu utk teman makan nasi lha dikasih lagi mie goreng so karbo plus karbo kalori tinggi,xixixi.
Jumat, 24 Mei 2013
Curhat to the day...
ada warung makan yang follower nya banyak, mengapa? tentu saja karena selain murah makanan atau menu yang disajikan lumayan,so perut kenyang kantong aman. Hanya yang aneh ibu yang urus tuh warung....ckckck minta ampun selalu bermuka masam dan marah2...
bagaimana ini???
ada restaurant yang menu nya kelihatan yummy (sedap),pelayan ramah (meski hal tersebut disuruh atau terpaksa)hanya makanannya biasa-biasa saja...
yah itulah hidup...sulit sekali menemukan rumah makan...atau tempat bersantap yang bebas dari tatapan melecehkan pembeli kalo tampang biasa2...atau melayani dengan ramah.
dimana pun di Makassar tempatku yang juga tanah kelahiranku yang kucintai.
seolah-olah mereka (penjual) itu ingin menunjukkan hei...makananku pasti laku,tanpa kamu perlu datang ke sini!
yah...udahlah bu...biar ibu begitu terus, aku hanya berdoa semoga uangku dan rezeki ini bertambah agar tak perlu lagi makan di warung ibu yang galak!!
(story I : siang hari)
begitu hari menjelang sore,anak-anak minta beli mainan pesanan mereka...sebagai ibu saya mencoba....
Kamis, 21 Februari 2013
Anak Sakit dan merasa sendiri...
Sudah sejak tiga hari yang lalu si kecil Mehdi sakit. Akibat air hujan yang membasahi kepala kecilnya saat kami berboncengan di motor.
Alhamdullilah meski sedikit si adek mulai makan...nasi plus telur dadar.
...nak, mamamu ini memang berusaha menjaga kalian, sakit adalah salah satu bagian dari proses pertumbuhan kalian...bila pada orang dewasa sakit dan prosesnya bisa dianggap sebagai waktu utk naik level menjadi lebih baik...nah sakit yang diderita si kecil ini biasanya untuk membuat pertahanan tubuhnya menjadi lebih baik.
Sebagai ibu yang mendampingi harus sabar, kadang saat inilah aku merasa sendiri...dan merenung, someday...bila usiaku semakin tua (oia...kemarin tgl.18 februari 2013 baru memasuki usia 34 tahun) apakah aku akan bisa menangani kehidupan dunia dan akhiratku dengan lebih trampil dan bijak? Apakah aku berada pada kondisi fisik dan psikis yang sehat?
Dear GOD...Engkau ada,Maha Kuasa,Maha Bijaksana,Maha Pengasih dan Penyayang...maka limpahan rahmat dan kasihMU selama ini telah cukup menguatkan bahwa selama aku hidup dengan iman yang bertumbuh positif maka semua level pertumbuhan akan terlewati...mungkin terkadang ada rasa menyeruakkan hampa dan tak berharapan namun selalu aku sadar bahwa permainan hidup perlu disikapi dengan pertumbuhan kematangan jiwa...ini tidak melalui proses cepat namun perlahan...bersyukur adalah bagian dari pertumbuhan itu. InsyaALLAH.
Minggu, 27 Januari 2013
voice of idea
Alhamdullilah...aku kembali.menapaki jejak blg ku yg tak kunjung mampu kutinggalkan.
Ibarat sahabat,punya blog atau diary online mampu menjadi mediaku utk menyebar dan memupuk kebiasaan menulis.
Akhir2 ini ada resah yg semakin menjadi ketika keinginan
menuntaskan kecamuk idea dalam benak menjadi-jadi.
Obyek itu masih seputar rekayasa lingkungan melalui instrumen hukum.
cukup kutulis saja ide2 dalam benak dan menuntaskan secara ilmiah.
Itu mauku... apa bisa sesimpel itu?
Wahai ibu Lisa,apa yg baik dari awal seharusnya baik saat dituntaskan...tertuntaskan
1. Tentang sejarah perhatian pentingnya lingkungan dijaga.
2. Peran lingkungan bagi manusia.
3. Wujud peduli manusia di berbagai negara dunia.
4. Dosa ekologis.
5. Kesadaran yang sederhana.
6. Paradigma industri.
7. Peranan pengetahuan lingkungan dalam kaji spiritual.
8. Penutup.
Terimakasih ya Allah SWT telah Engkau buka pintu ide2 malam ini.
Berharap esok bisa menindak lanjuti all idea.
Insya Allah.
Tulisan ini bakal ideku dari 27 januari 2013 lha kok belum tuntas2 yah ituw lah...yuuuk kerja buat jurnal...apalagi tadi dapat banyak ide dari kunjungan ke pameran pembangunan, yuuuuk....!
Senin, 24 September 2012
Umur.
Bila mau memperpanjang umur bisa dengan rajin bersilahturahmi dan menjauhi maksiat.
Umur yang dipergunakan untuk berbuat kebajikan akan memperpanjang usia dan membawa manfaat.
Yang mau saya bahas selanjutnya adalah betapa rentannya hati manusia,hingga terus-menerus didera emosi jiwa, nah bersamaan dengan itu umurnya digadaikan pulak utk bergunjing,naudzubillah.
Ini terjadi pada saya dan ini seperti candu,ada masalah lari kecurhat,lari keluh kesah...nyari telinga orang dekat atau sahabat untuk sharing.
Merasa bahagia,jelasnya semu,ini tersadari namun namanya juga kecanduan rasanya sulit untuk berpaling.
Jalan keculasan,menghadirkan kekecewaan umur makin menanjak,kecerdasan emosional masih labil.
Umur itu ibarat secawan anggur yang akan terserap habis oleh waktu,maka saya harus berusaha sekuat tenaga untuk "menjaga umur ini" supaya bermanfaat. Kekalahan,kebingungan,gundah gulana dan merana harus mampu saya atasi terus maju,saya pasti berhasil!
InsyaALLAH.
Merasa BeTe banget.
Apa sih maknanya hidup?
Jawabannya satu untuk menjalaninya dengan pengabdian ke ALLAH SWT, bekerja dan beribadah sebaik-baiknya,memulai dengan hal-hal baik dan mengakhiri dengan kebaikan.
Apa yang salah atau ada yang kurang sehingga hampir setiap saat rasa ini dikeluhkan,mengeluh terus seolah hanya diriku yang paling sengsara.
Aku hanya seorang manusia yang tak mau larut dalam masalah, seandainya ada dan harus dihadapi sebenarnya aku hanya ingin istirahat,merenung dan berpikir mencari jalan keluar.
Dari sifatku yang kukenal aku adalah seseorang yang anti banyak gaul,karena khawatir tersinggung nantinya. Terlalu banyak yang aku harus perbaiki makanya(perasaan ku tak mau diganggu) namun hanya dengan menarik napas dan menghelanya ketus semoga bisa meringankan derita ke BeTe an akut yang diriku alami.
Sekarang baru kusadari agar aku bisa dikenal dikethui dan dicari aku hanya harus rajin menulis, tulisan esai, makalah,jurnal atau artikel yang konsen pada tema tertentu. Kusadari aku bukan seorang yang bego,maka akan sangat naif justru menghabiskan waktu hanya curhat pada mamaku.
Aku harus maju. Bukan hanya tekad ini harus diwujudkan,aku yakin rasa kalah terus menerus yang aku alami karena terlanjur larut dengan perasaan melankolis.
Padahal aku harus didik anak-anak,beri makan baik pada mereka, mengembangkan karierku yang sangat lambat dan memperluas wawasanku, boro-boro melakukan semuanya energiku habis untuk mengalahkan kemarahanku yang terus membukit, GOD sering terlontar tanya "manusia dewasa macam apa aku ini!" Berani berkeluarga tapi selalu gentar terhadap banyak hal.
"please dear heart trying to more respect to your mind" i said that.
Ada kecewa yang menumpuk,
Ada keinginan yang sulit terkatakan,
Ada cita-cita yang terpendam dan membuatku kalap,
Ada berbagai tuntutan
Kamis, 06 September 2012
Sesaknya perasaan...
Mungkin ada yang salah dan keliru dalam makna hari yang coba kujalani.
pekerjaan utamanya,akibatnya karier tak jua menjadi stabil bukan statis malah mengalami kemunduran,ditandai dengan macetnya pengurusan pangkat akademik, lalu SK mengajar sebagai salah seorang pengajar di salah satu universitas negeri tidak ada untuk semester ini(what??! hiks baru tahu tadi...ditambah dengan tidak ada lagi teman2 anggota pos bantuan hukum yang merespon telp.
Mungkin Tuhan ingin menguji lagi kesabaran hati ku, aku hanya ingin terdiam dan merenung hari ini,perasaan kecewa ini tak layak aku keluhkan. Yang lebih mendera bathin teman2 sesama dosen di kampus hijau itu tak mau pula menjawab sms ku....
Selama ini aku terlalu percaya diri mungkin berharap lamanya aku selalu dipanggil mengajar bakal jadi jaminan aku akan dipertahankan sebagai dosen tetap atau pengajar yang masuk sebagai bagian dari keluarga besar universitas itu, yah harapan perlu hanya jangan terlalu pasrah dengan status kemaren.
Meskipun hanya menuliskan perasaanku saat ini setidaknya sesaknya perasaan dan bathinku yang agak terluka karena sikap teman2 cukup terobati,kuhela napas panjang...menghirup udara membuatku mungkin bisa lebih pasrah melihat sudut terang di harapanku yang redup.
Merasa sendirian di dunia ini tak boleh aku rasakan... Anak-anak masih butuh ibunya yang kuat,sehat dan tegar,pantang menyerah...all myactivities harus bisa kulakoni dengan baik.
Dalam hidup tak perlu aku berjanji muluk aku hanya perlu bersabar dan selalu berusaha,insyaALLAH aku yakin Tuhan punya segudang rencana indah untuk jiwa yang tenang dan mampu bersyukur.
Kalau usaha kali ini tertolak terus tak apalah aku mengusahakan hal yang lebih baik nanti,amin. InsyaALLAH. #seulas senyum di pipi yang berona lagi dan bibir yang tak lagi manyun :)
Jumat, 15 Juni 2012
Begadang.
Kalau terlalu banyak begadang,muka pucat karena darah berkurang....
kalau sering kena angin malam segala penyakit akan mudah datang....
tapi bagi hati yang tersakiti bagadang sambil menulis itu.....sesuatu banget.
Tak ada teman begadang sejati selain menulis yup!
Menulis adalah hak asasi yang paling mampu menghapus luka menjadi cerita fiksi,
karena seiring waktu karya tulis lah yang akan membangkitkan sekelumit cerita jika
dulu,dulu sekali aku dan kau pernah sengsara....sakit hingga sesakit-sakitnya menembus tulang,cieeee....weeeeks dramatisir terus!!!
Bang Rhoma dulu jenius banget yah ekh sampai sekarang yah,karena lagu begadangnya sangat dasyat,makanya hampir semua generasi tahu lagu ini.
Yuuk, kita begadang,asal memang sedang ada yang diselesaikan dan sedang menghadapi persiapan ujian atau apalah yang penting tidak hal-hal yang sia-sia.
Kayak diriku sekarang, masalahku sebenarnya berat, sakit hati dan sakit fisik...
namun semua aku lampiaskan dengan menulis maka beban itu tak terasa terlalu menyiksa,
aku jadi belajar mengukur kadar kedewasaan yang buatku cukup penting!
Sekian tentang begadang yah....mau bobo,besok acara pisahan anak dan naik kelasnya anakku.
Masih B.E.R.U.S.A.H.A !
sosokmu itu...
tak pernah bisa berargumen denganmu.
Tak cukup dewasa merasa terus terluka.
Kita hanya orang biasa yang masih tak tahu harus kemana?
Meraba hari dan waktu.
Mencari jati diri.
Meskipun selalu saling menyakiti.
Bahkan Tuhan pun masih Maha Sayang pada kita.
Sangat sayangnya Tuhan,hingga anak-anak kita sehat.
Mencintaimu dan ego mu hanya menghancurkan hatiku.
Aku mengambil langkah pelan dan berhati-hati.
Karena aku tahu dirimu tak pernah berusaha
mengerti perasaan manusia yang menjadi pendampingmu.
Bahkan untuk masalah sepele engkau bisa memukul dan menendang
perempuanmu.
Aku capek menangis, aku takut sendiri.
Masih seperti wanita naif.
Aku tak pernah memaksa diriku terlalu tinggi.
Melakaoni hariku sekadarnya, yang penting hari ini lewat
tidak ada kejutan tragis maka aku bersyukur.
ALLAH SWT,Tuhanku yang tahu penderitaanku bersama manusia
sepertimu.
Aku tak sanggup melawan dan pergi,ku biarkan saja kecewaku.
Menderaku,menyesaki mataku dengan air mata pedih.
Melemparku ke sudut gelap ketak percayaanku.
Ya ALLAH, Ya Rasullulah, Ya Sayyidah Fatimah, Ya Immah...
kalianlah yang akan menghampiriku bila amalanku baik selama aku hidup.
Tak terbayangkan sengsaraku, di dunia tak pernah benar-benar bahagia,
di akhiratpun tak diperhatikan Tuhan.
Maka buatlah kehidupanku menjadi lebih baik ya Tuhan,lebih bersemangat.
Karena segalanya tak sama lagi karena aku bukan anak-anak lagi.
manusia itu lemah saking lemahnya banyak yang bunuh diri,semoga itu bukan
akuu.
Semoga keindahan menjadi akhir hidupku...anak-anakku dan ayah ibu dan kakak dan adik-adikku.
Syukur ku sembahku dan sujudku hanya untukMU ALLAH SWT,karena kasih sayangMU masih
kurasa di saat kujatuh dan lemah.
Rabu, 09 Mei 2012
"Menggapai Impian Masa Depan"
Selalu ada harapan dan cita-cita yang membayangi di kala tidur dan bermimpi, bagian cita dan harapan tersebut memiliki sesuatu...
Sesuatu itu pasti mudah bila ada...
Sayangnya ...
Mencoba memejamkan mata dan bermimpi, malam ini semoga impian mengisnpirasi hari esokku. Tak banyak ritual yang aku lakukan sebelum tidur.
Fisik yang letih dengan aktivitas pagi sampai jam istirahat ini membuat tidur memang media relaksasi yang tepat.
Jam menunjukkan pukul 22.00 wita, berita yang masih sempat terpantau adalah press release hilangnya pesawat penumpang ujicoba miliki Maskapai Sukhoi buatan Rusia. Tak bisa aku bayangkan kondisi penumpang (sipil) dalam penerbangan yang baru dinyatakan hilang petang ini (Rabu, 09 Mei 2012) ini pesawat yang secara internasional pasti mutunya bagus, akh semoga masih ada harapan penumpang yang ada dalam manifest bisa selamat semua (42 penumpang, 8 awak bagasi).
Kecelakaan bisa terjadi dimana saja, resiko ini melingkupi kehidupan setiap manusia, tadinya aku ingi bercerita hal-hal indah yang menjadi cita-cita dan harapan masa depanky, utamanya dengan hari tua. Namun mendengar kabar berita di stasiun televisi tersebut membuat aku berpikir sebenarnya harus banyak tabungan yang aku persiapkan bila sewaktu-waktu ajal menghampiriku. Tabungan yang kelak akan bermanfaat untuk anak-anak dan keluarga yang aku tinggalkan.
Impian itu harus diwujudkan dengan tindakan nyata, menabung adalah bagian dari proses tersebut. Selama ini sebagai seorang wanita dan seorang ibu tentu saja masalah dalam pengaturan keuangan harus betul-betul direncanakan dengan cermat bila aku tak ingin tekor. Tekor ialah masalah besar setiap bulannya, pekerjaan sebagai tenaga honorer di beberapa perguruan tinggi bisa dikatakan kurang memadai, untunglah situasi yang masih bisa disyukuri adalah suami punya pekerjaan yang secara pendapatan mampu menunjang keuangan keluarga.
Problematika hadir ketika alokasi dana untuk kebutuhan setiap hari tidak cukup, biaya terbesar ada pada biaya transportasi dan kebutuhan harian (biaya pangan).
Impian ku sebelum ada masalah kecelakan di televisi tadinya adalah membeli kendaraan pribadi yang bisa mengantarkanku ke tempat aktivitas dan anak-anak kami ke sekolahnya.
Menyisihkan uang, menabung butuh usaha, butuh kedisiplinan bagian ini juga masih terus menjadikanku menggantungkan harapan setiap saat pada sisa uang kebutuhan harian.
Aku bahagia, bahagia dalam arti tak mudah hidup apabila sudut pandangku tengadah, ada banyak godaan untuk hidup bersenang-senang di zona nyaman saja, menuntut suami hal yang bisa diprediksi akan kulakukan. Syukur alhamdullilah aku tak melakukan hal tersebut. Aku terus bergerak mengusahakan posisi dalam tugas dan bidang pekerjaan ku, dari mengasuh anak-anak, mengajar bahkan menyisihkan waktu untuk mengupayakan pos bantuan hukum bagi masyarakat kurang mampu, itu semua masih dalam rintisan.
Doaku...semoga hidup ku ini akan bertambah maknanya, mendapatkan akhirnya yang sesuai dengan skenario ku yang tentu saja tak lepas dari pertolongan Dzat Yang Maha Kuasa ALLAH SWT.
Aku menabung (uang dan impian). Tabunganku yang selalu ada meski kecil nilainya adalah di BCA, bank yang sejak aku duduk di bangku perkuliahan telah jadi saksi pasang surutnya keuanganku. Bank ku ini tak pernah menutup rekeningku, meskipun dana yang ada minim sekalipun, BCA menemaniku dengan optimis belanja secara debit di berbagai Swalayan atau Departemen Store yang tentu saja tak membebankan biaya tambah. Maka tabungan impian semoga bisa aku mulai dengan disiplin di bank yang sangat setia BCA. Terima Kasih BCA.
Sabtu, 21 April 2012
Belajar Memahami
Komunikasi diam-diam.
Ketika melihat tingkah,perilaku atau gerak-gerik orang lain, ada saja komentar yang berbisik di benakku.
Akh...semua manusia memang unik dan istimewa (walaupun istimewa menurutku tak selamanya menarik malah terkadang cenderung negatif).
Seperti sifat dan sikap beberapa orang teman, mereka itu akrab bila bertemu tapi jaga jarak bila aku berusaha meminta bantuan, tinggal selorohan dari kalbu ,"orang yang baik memang langka, orang yang sekadar berupaya baik ya banyak!"
Kesal, manyun dan sedih (sesaat) namun apa mau dikatakan,begitulah manusia,lebih nyaman bila urusan duniawi diurus nafsi2(sendiri).
Karena itulah aku mencoba mengerti dan tak banyak menuntut,mereka.
Aku mencoba mengusahakan dan mengupayakan kebutuhan anak-anakku,rumah dan berbagai macam urusan secara mandiri.
Oleh sebab itulah aku mengingatkan diriku, teman sejati dalam hidup hanya keimanan. Manusia hanya makhluk Sang Pemberi Kehidupan,menghadapi manusia biasa kecewa tapi menghadapi ALLAH SWT selalu dengan harapan kasihNYA melingkupi diri dan keluargaku dengan penuh cinta kasih dan anugerah,amin..
Sekarang tentang komunikasi dengan cinta2ku (mama,bapakku,anak-anak dan suamiku) entah mengapa,aku tak menutupi rasa aku mencintai dan sangat sayang sama mereka semua,sayang sekali sehingga untuk memikirkan hidup tanpa mereka napasku sesak, kerongkonganku tercekat dan terasa tak berdaya. Rindu sama mereka, sayang itu kadang tak mampu membuatku mampu berkomunikasi dengan baik,lemah-lembut dan ramah.
Aku cenderung malas berbaik-baik, basa-basi karena selalu dan selalu aku hanya akan berdebat,makanya aku biasa menghindar bicara bila tak ada yang terlalu penting.
Iya,mengenai sifatku yang satu ini aku sendiri juga heran (mengapa) aku begitu egois selalu merasa benar dan tak jarang sangat sok tahu.
Semua berkisar tentang aku dan pembuktian eksistensiku. Selalu bermain dengan pikiran yang tak kumengerti (tidak sistematis) bahkan tak konsisten.
Yah...let's ignore that,just do it and smile,mom!
itu kalimat yang ingin kutuliskan untuk mengusir gundahku,kadang tertawa di bibir menangis di hati, tersenyum di bibir tapi ngedumel di bathin.
Ih, begitu bertumpuk dosaku yah....komuniksai ku yang gagal.
Kalau mau beropini ada baaaaaaaaaaanyaaaaaaak hal dari orang-orang di sekitar dan yang kulihat ingin aku kritik, but before i do it i must realize that i am not perfect, don't want judge another by myopinion. Its not me!
Senin, 09 April 2012
Having child...(part 2)
Dulu...dulu sekali...aku mempersiapkan diri
Apabila kelak punya anak-anak,aku akan mencintai
Tanpa syarat,aku akan sayang anak-anakku.
Itu cita-cita, itu sangat indah.
Sekarang, aku telah menjadi ibu dari dua orang anak.
Mereka lucu, pintar dan kadang mengesalkan.
Anak-anak kami (aku dan suami) adalah anak-anak yg
Terlampau dekat denganku, mereka manja, keras kepala
Walaupun mereka juga sangat cerdas.
Aku menikmati pengalaman ini. Meski kerap bercucuran peluh
Bahkan airmata bila mereka sakit, berdebat, malas ke sekolah,
Rebutan mainan,dsb.
Hembusan napas,helaan lega atau pedih di hati adalah
Suatu kenyataan yang terus aku jalani.
Anakku, mama hanya manusia yg selalu berusaha, mencoba
Menyenangkan kalian,meski terkadang mama juga tak terlalu
Baik memperlakukan kalian. Mohon dimengerti...mama sayang
Kalian having you making me happiness :)
Apabila kelak punya anak-anak,aku akan mencintai
Tanpa syarat,aku akan sayang anak-anakku.
Itu cita-cita, itu sangat indah.
Sekarang, aku telah menjadi ibu dari dua orang anak.
Mereka lucu, pintar dan kadang mengesalkan.
Anak-anak kami (aku dan suami) adalah anak-anak yg
Terlampau dekat denganku, mereka manja, keras kepala
Walaupun mereka juga sangat cerdas.
Aku menikmati pengalaman ini. Meski kerap bercucuran peluh
Bahkan airmata bila mereka sakit, berdebat, malas ke sekolah,
Rebutan mainan,dsb.
Hembusan napas,helaan lega atau pedih di hati adalah
Suatu kenyataan yang terus aku jalani.
Anakku, mama hanya manusia yg selalu berusaha, mencoba
Menyenangkan kalian,meski terkadang mama juga tak terlalu
Baik memperlakukan kalian. Mohon dimengerti...mama sayang
Kalian having you making me happiness :)
Having child...(part 1)
Anakmu bukan milikmu
Mereka putra putri Sang Hidup yang rindu pada diri sendiri
Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau
Mereka ada padamu, tapi bukan hakmu
Berikan mereka kasih sayangmu, tapi jangan sodorkan bentuk pikiranmu
Sebab mereka ada alam pikiran tersendiri
Patut kau berikan rumah untuk raganya
Tapi tidak untuk jiwanya
Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan
Yang tiada dapat kau kunjungi meski dalam mimpi
Kau boleh berusaha menyerupai mereka
Namun jangan membuat mereka menyerupaimu
Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur
Pun tidak tenggelam di masa lampau
Kaulah busur, dan anak-anakmulah anak panah yang meluncur
Sang Pemanah Maha Tahu sasaran bidikan keabadian
Dia merentangmu dengan kekuasaan-Nya
Hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat
Meliuklah dengan suka cita dalam rentangan tangan Sang Pemanah
Sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat
Sebagaimana pula dikasihi-Nya busur yang mantap
-Kahlil Gibran
Itu...lah bila ortu punya anak...
Mereka putra putri Sang Hidup yang rindu pada diri sendiri
Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau
Mereka ada padamu, tapi bukan hakmu
Berikan mereka kasih sayangmu, tapi jangan sodorkan bentuk pikiranmu
Sebab mereka ada alam pikiran tersendiri
Patut kau berikan rumah untuk raganya
Tapi tidak untuk jiwanya
Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan
Yang tiada dapat kau kunjungi meski dalam mimpi
Kau boleh berusaha menyerupai mereka
Namun jangan membuat mereka menyerupaimu
Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur
Pun tidak tenggelam di masa lampau
Kaulah busur, dan anak-anakmulah anak panah yang meluncur
Sang Pemanah Maha Tahu sasaran bidikan keabadian
Dia merentangmu dengan kekuasaan-Nya
Hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat
Meliuklah dengan suka cita dalam rentangan tangan Sang Pemanah
Sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat
Sebagaimana pula dikasihi-Nya busur yang mantap
-Kahlil Gibran
Itu...lah bila ortu punya anak...
Selasa, 03 April 2012
Selalu Tegar!
Kenapa yah, setiap hari manusia harus kuat,belajar terus mengatasi masalah,berusaha untuk jadi lebih baik.
Kadang tertawa,kadang menangis,kadang gamang,kadang bahagia...untuk itu semua manusia harus punya ilmu, kutarik napas,kuhela lagi,ada yang terasa berat namun tak ingin dihantui masalah.
Maka ketika hidup dijalani memang harus banyak istigfar bersyukur dan tawakal...hah terlalu klise kalimat yang bagiku terlalu semu.
Hidup ya dijalani, selalu dan selalu berdoa di depan selalu dimudahkan hidup must be simple not hard if you trying make it easy.
Halah makin pusing dengan kalimat yang bikin mataku semakin redup, aku butuh kesadaran dan kesyukuran, aku butuh keikhlasan.
We are survive from zero to hero...we are the champion...loser itsn't me!
Kadang tertawa,kadang menangis,kadang gamang,kadang bahagia...untuk itu semua manusia harus punya ilmu, kutarik napas,kuhela lagi,ada yang terasa berat namun tak ingin dihantui masalah.
Maka ketika hidup dijalani memang harus banyak istigfar bersyukur dan tawakal...hah terlalu klise kalimat yang bagiku terlalu semu.
Hidup ya dijalani, selalu dan selalu berdoa di depan selalu dimudahkan hidup must be simple not hard if you trying make it easy.
Halah makin pusing dengan kalimat yang bikin mataku semakin redup, aku butuh kesadaran dan kesyukuran, aku butuh keikhlasan.
We are survive from zero to hero...we are the champion...loser itsn't me!
Dibutuhkan Komitmen!
Beberapa tahun bersama,tak jua mampu memahami benar-benar apa yang menjadi keinginan bersama.
Selalu berjuang agar hidup kita biasa saja bersahaja pun bagiku sudah cukup, apa yang paling menyakitkan adalah orang lain dilibatkan tentang hati (perasaan) di antara kita, tentang ujian komitmen keluarga,tentang rasa cinta yang semakin memudar karena lupa dipelihara.
Sikapku,inginmu,sifatmu,mauku selalu berbeda,rasanya ingin pergi meninggalkan jalinan ini,tak ingin lagi mencari alasan namun komitmen itu penting! Katanya itu adalah perekat,ini adalah penghubung.
Namun apa jadinya hidup dalam komitmen yang semakin sumbang, maumu,kepercayaanmu,keyakinanmu dan disconnect antara kita yang bagaikan jurang yang semakin menganga.
Seandainya anak2 bisa ku rawat sendiri, bisa kubiayai sendiri maka mungkin tak serapuh ini kupertahankan mahligai.
Selalu di ujung doa ku hanya harapan bahwa hubungan kita akan lebih kokoh,mesra dan abadi tanpa ganggu imajinasi lain. Semoga...
Selalu berjuang agar hidup kita biasa saja bersahaja pun bagiku sudah cukup, apa yang paling menyakitkan adalah orang lain dilibatkan tentang hati (perasaan) di antara kita, tentang ujian komitmen keluarga,tentang rasa cinta yang semakin memudar karena lupa dipelihara.
Sikapku,inginmu,sifatmu,mauku selalu berbeda,rasanya ingin pergi meninggalkan jalinan ini,tak ingin lagi mencari alasan namun komitmen itu penting! Katanya itu adalah perekat,ini adalah penghubung.
Namun apa jadinya hidup dalam komitmen yang semakin sumbang, maumu,kepercayaanmu,keyakinanmu dan disconnect antara kita yang bagaikan jurang yang semakin menganga.
Seandainya anak2 bisa ku rawat sendiri, bisa kubiayai sendiri maka mungkin tak serapuh ini kupertahankan mahligai.
Selalu di ujung doa ku hanya harapan bahwa hubungan kita akan lebih kokoh,mesra dan abadi tanpa ganggu imajinasi lain. Semoga...
Rabu, 22 Februari 2012
Bekerja dan istirahat di rumah.
Rumah ibarat sarang bagi burung,gua bagi beruang dan air bagi ikan...
Begitu pun manusia,bagaimana sibuknya dan banyaknya aktivitas yang memaksanya keluar dari rumahnya, pada akhir hari pasti di rumahlah tempat raga diistirhatkan sementara. Mengapa sementara? Kalau istirahat selama-lamanya yah di kuburan dong.
Di tambah lagi begitu cepatnya kemajuan teknologi semakin memudahkan bagi banyak pekerja untuk tidak hanya berkantor di suatu tempat, di rumah pun bisa saja anda tetap online mengerjakan tugas yang belum tuntas di kantor.
Rumah adalah kerajaan bagi setiap individu yang hidup di dunia,oleh karena hal tersebut banyak orang yang berlomba-lomba mempercantik rumah,merenovasi rumah dengan mode klasik, modern kontemporer atau sekadar nyaman 'cozy'.
Bekerja adalah bagian dari ibadah manusia ke Tuhannya, bekerja hakikatnya memupuk tanggung jawab untuk memelihara diri dan keluarga dari kekurangan material hidup misalnya :sandang,pangan dan papan. Bekerja adalah sarana mengimplementasikan keterampilan hidup. Bekerja adalah lahan untuk berbakti pada orangtua, masyarakat dan kehidupan.
Saya suka bekerja, bekerja apa saja sesuai kapasitas yang saya miliki. Saya berusaha tabah dan teliti mengerjakan tugas yang dibebankan kepada saya.
Sekian lama mengecap suka-duka kehidupan rumah tetap lah menjadi tujuan akhir perjalanan saya.
Rumah adalah sarang,gua dan air bagi tenaga yang berusaha dipulihkan karena bagaimanapun ramahnya manusia-manusia di luar sana,saya tetap butuh istirahat di rumah saya....
Begitu pun manusia,bagaimana sibuknya dan banyaknya aktivitas yang memaksanya keluar dari rumahnya, pada akhir hari pasti di rumahlah tempat raga diistirhatkan sementara. Mengapa sementara? Kalau istirahat selama-lamanya yah di kuburan dong.
Di tambah lagi begitu cepatnya kemajuan teknologi semakin memudahkan bagi banyak pekerja untuk tidak hanya berkantor di suatu tempat, di rumah pun bisa saja anda tetap online mengerjakan tugas yang belum tuntas di kantor.
Rumah adalah kerajaan bagi setiap individu yang hidup di dunia,oleh karena hal tersebut banyak orang yang berlomba-lomba mempercantik rumah,merenovasi rumah dengan mode klasik, modern kontemporer atau sekadar nyaman 'cozy'.
Bekerja adalah bagian dari ibadah manusia ke Tuhannya, bekerja hakikatnya memupuk tanggung jawab untuk memelihara diri dan keluarga dari kekurangan material hidup misalnya :sandang,pangan dan papan. Bekerja adalah sarana mengimplementasikan keterampilan hidup. Bekerja adalah lahan untuk berbakti pada orangtua, masyarakat dan kehidupan.
Saya suka bekerja, bekerja apa saja sesuai kapasitas yang saya miliki. Saya berusaha tabah dan teliti mengerjakan tugas yang dibebankan kepada saya.
Sekian lama mengecap suka-duka kehidupan rumah tetap lah menjadi tujuan akhir perjalanan saya.
Rumah adalah sarang,gua dan air bagi tenaga yang berusaha dipulihkan karena bagaimanapun ramahnya manusia-manusia di luar sana,saya tetap butuh istirahat di rumah saya....
Senin, 05 September 2011
Tentang aku...:)
Masih egois, rasanya hidupku, berharap semuanya akan terlampaui dengan baik dan tidak repot.
Ada manusia yang ketika melihatnya hati ini tenang,suka dan bahagia, tapi banyak sekali manusia yang ketika berada di dekatnya rasanya aku pengen cepat-cepat kabur.
Ngga tahu mengapa???
Biarlah, sudahlah...aku hanya manusia biasa, bahkan untuk memahami watakku sendiri pun terkadang aku menyerah...
Mengapa bisa berbeda?
Aku suka bergembira, bicara apa saja yang penting tidak salah kata,berjalan-jalan dan sibuk bekerja....namun sampai sekarang aku hanya bisa sabar, karena aku terikat pada izin dari suamiku, anak-anakku dan segala hal yang selalu menjadi rambu-rambu yang begitu menekanku.
Bismillah tawakaltu Allallahu...semua hanya kuserahkan pada MU ya ALLAH...maafkan bila diriku belum bisa memberikan yang terbaik pada MU.
Hamba masih banyak kecewanya dan bersedih,kurang bersyukur...maaf :(
Ada manusia yang ketika melihatnya hati ini tenang,suka dan bahagia, tapi banyak sekali manusia yang ketika berada di dekatnya rasanya aku pengen cepat-cepat kabur.
Ngga tahu mengapa???
Biarlah, sudahlah...aku hanya manusia biasa, bahkan untuk memahami watakku sendiri pun terkadang aku menyerah...
Mengapa bisa berbeda?
Aku suka bergembira, bicara apa saja yang penting tidak salah kata,berjalan-jalan dan sibuk bekerja....namun sampai sekarang aku hanya bisa sabar, karena aku terikat pada izin dari suamiku, anak-anakku dan segala hal yang selalu menjadi rambu-rambu yang begitu menekanku.
Bismillah tawakaltu Allallahu...semua hanya kuserahkan pada MU ya ALLAH...maafkan bila diriku belum bisa memberikan yang terbaik pada MU.
Hamba masih banyak kecewanya dan bersedih,kurang bersyukur...maaf :(
Langganan:
Postingan (Atom)